pertemuan 10

A.INTERAKSI SOSIAL
Interaksi adalah suatu jenis tindakan yang terjadi ketika dua
atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain. Ide
efek dua arah ini penting dalam konsep interaksi, sebagai lawan dari
hubungan satu arah pada sebab akibat. Kombinasi dari interaksi-
interaksi sederhana dapat menuntun pada suatu fenomena baru yang
mengejutkan. Dalam berbagai bidang ilmu, interaksi memiliki makna
yang berbeda.
Interaksi adalah berbagai hubungan sosial yang berkaitan
dengan hubungan antar individu, antar individu dengan kelompok
serta kelompok dengan kelompok. Jika tidak ada interaksi sosial,
maka di dunia ini tidak ada kehidupan bersama. 
B.INTERAKSI GURU DAN SISWA
Proses belajar mengajar yang dilakukan di kelas selama ini
seringkali satu arah dimana siswa hanya mendengarkan apa yang
disampaikan guru. Oleh karenanya, siswa lebih dilibatkan secara aktifaktifuntuk berinteraksi dengan guru atau antar siswa. Prosentase
kemampuan siswa/mahasiswa dalam memahami dan mengingat
materi apa yang telah dipelajari sebelumnya hanya 5% jika mereka
sekadar mendengarkan penjelasan guru/dosen.
C. PENGERTIAN MOTIVASI
Motivasi adalah suatu dorongan atau alasan yang menjadi dasar
semangat seseorang untuk melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan
tertentu. Arti motivasi juga dapat didefinisikan sebagai semua hal
yang menimbulkan dorongan atau semangat di dalam diri seseorang
untuk mengerjakan sesuatu.
D. JENIS DAN SUMBER MOTIVASI
Pembagian jenis motivasi dapat dilihat dari perspektif
kebutuhan dan perspektif fungsional.
1. Perspektif kebutuhan, pada dasarnya kebutuhan manusia itu
bertingkat-tingkat dan individu akan puas bila dapat memenuhi
kebutuhan pada taraf tertentu sebelum taraf kebutuhan tersebut di
penuhi. Berikut beberapa kebutuhan manusia :
a) Kebutuhan fisiologis : kebutuhan dasar yang harus dipenuhi
sebelum kebutuhan lainnya terpenuhi seperti kebutuhan untuk
istirahat, makan dan minum.
b) Jenis Kebutuhan keamanan (security) : kebutuhan akan rasa
terlindungi serta terbebas dari rasa takut dan kecemasan.
c) Jenis Kebutuhan sosial : kebutuhan kash sayang seperti
perasaann untuk dihargai dan dihormati oleh orang lain.
d) Kebutuhan dirinya sendiri : kebutuhan ini terkait dengan
pengembangan bakat dan minat yang dimiliki manusia baik di
dalam bidang pengetahuan, sosial, dll

Sumber motivasi dapat dibagi menjadi 2 (dua) golongan yaitu
sumber motivasi yang berasal dari dalam diri (intrinsik) dan sumber
motivasi yang berasal dari luar diri (ekstrinsik)
1. Motivasi intrinsic, merupakan motif yang menjadi aktif atau
berfungsinya tidak membutuhkan pengaruh dari luar karena di
dalam diri manusia sudah terdapat dorongan untuk melakukan
sesuatu. Oleh sebab itu, motivasi intrinsik sering juga disebut
sebagai bentuk motivasi yagn dimulai atas dasar dorongan dari
dalam diri.
2. Motivasi Ekstrinsik, merupakan motif yagn aktif dan berfungsi
karena adanya pengaruh dari luar diri.Sumber motivasi ekstrinsik
ini juga dapat dikatakan motivasi yang timbul karena dorongan dari
luar yang tidak terkait dengan dirinya.
E. PERAN MOTIVASI DALAM BELAJAR DAN
PEMBELAJARAN
Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai
keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan,
menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar,
sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar,
motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai
motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas
belajar.
F. UNSUR-UNSUR YANG MEMPENGARUHI MOTIVASI
BELAJAR
Unsur-unsur yang mempengaruhi motivasi belajar adalah:
1. Cita-cita atau aspirasi siswa. Motivasi belajar tampak pada
keinginan anak sejak kecil. Keberhasilan mencapai keinginan
tersebut menumbuhkan kemauan bergiat, bahkan dikemudian
hari cita-cita dalam kehidupan.
2. Kemampuan siswa. Keinginan seorang anak perlu dibarengi
dengan kemampuan atau kecakapan mencapainya. Kemampuan
akan memperkuat motivasi anak untuk melaksanakan tugas-
tugas perkembangan.
3. Kondisi siswa. Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan
rohani sangat mempengaruhi motivasi belajar.
4. Kondisi lingkungan siswa Lingkungan siswa berupa keadaan
alam, lingkungan tempat tinggal, pergaulan sebaya, kehidupan
kemasyarakatan. Dengan kondisi lingkungan tersebut yang
aman, tentram, tertib dan indah maka semangat dan motivasi
belajar mudah diperkuat.
5. Unsur-unsur dinamis dalam belajar dan pembelajaran. Siswa
memiliki perasaan, perhatian, kemauan, ingatan, pikiran yang
mengalami perubahan berkat pengalaman hidup. Pengalaman
dengan teman sebayanya berpengaruh pada motivasi dan
perilaku belajar.
G.UPAYA-UPAYA MEMOTIVASI DALAM BELAJAR
Proses pembelajaran akan berhasil manakala siswa mempunyai
motivasi dalam belajar. Oleh karena itu, guru perlu menumbuhkan
motivasi belajar siswa. Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal,
guru dituntut kreatif membangkitkan motivasi belajar siswa. Berikut
ini dikemukakan beberapa petunjuk untuk meningkatkan motivasi
belajar siswa.
1. Memperjelas tujuan yang ingin dicapai.
Tujuan yang jelas dapat membuat siswa paham kearah mana ia
ingin dibawa. 
2. Membangkitkan minat siswa
Siswa akan terdorong untuk belajar manakala mereka memiliki
minat untuk belajar. 
3. Ciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar
Siswa hanya mungkin dapat belajar baik manakala ada dalam
suasana yang menyenangkan, merasa aman, bebas dari takut.
4. Mengguanakan variasi metode penyajian yang menarik
Guru harus mampu menyajikan informasi dengan menarik, dan
asing bagi siswa-siswa. Sesuatu informasi yang disampaikan
dengan teknik yang baru, dengan kemasan yang bagus didukung
oleh alat-alat berupa sarana atau media yang belum pernah
dikenal oleh siswa sebelumnya sehingga menarik perhatian bagi
mereka untuk belajar (Yamin, 2009:174)
5. Berilah pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa
Motivasi akan tumbuh manakala siswa merasa dihargai. Dalam
pembelajaran, pujian dapat dimanfaatkan sebagai alat motivasi.
Karena anak didik juga manusia, maka dia juga senang dipuji.
6. Berikan penilaian
Banyak siswa yang belajar karena ingin memperoleh nilai
bagus. Untuk itu mereka belajar dengan giat. Bagi sebagian
siswa nilai dapat menjadi motivasi yang kuat untuk belajar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Teori perkembangan menurut Kretschmer

pertemuan -2