pertemuan (6)
1. Tahap-tahap Perkembangan Manusia dalam Pandangan
Psikolog
Tahap-tahap perkembangan manusia menurut para psikolgi
berbeda-beda tergantung pandangan mereka tentang teori perkem-
bangan. Rousseau (Crain, 2007: 17-19) membagi tahap perkembangan
manusia menjadi empat tahap, yaitu:
a. Masa Bayi (usia dari nol sampai dua tahun)
Bayi mengalami dunia langsung lewat indranya.
Mereka tidak mengetahui ide atau pemikiran apapun,
mereka hanya merasakan panas, dingin, enak atau
sakit. Mereka menggunakan gramatika sendiri ketika
berkomunikasi dengan orang dewasa. Mereka
memperbaiki pengertian mereka sendiri meskipun orang lain tidak
memperbaikinya.
b. Masa Kanak-kanak Awal (usia dua sampai duabelas tahun)
Masa ini dimulai ketika anak mulai memiliki
independensi baru. Mereka sudah bisa
berjalan, berbicara, makan sendiri, dan
berlari ke sana kemari. Anak masih melekat
pada hal-hal yang konkrit. Mereka belum
mampu memahami hal-hal yang bersifat abstrak. Pemikiran mereka
masih terbatas pada hal-hal yang bersifat pra operasional dan
operasional konkrit
c. Masa Kanak-kanak Akhir (usia duabelas sampai limabelas tahun)
Masa ini transisi masa anak ke masa dewasa.
Anak berada pada tahap prasosial, di mana
anak hanya memperhatikan apa yang
berguna bagi dirinya sedikit saja dari mereka
yang memiliki kepedulian terhadap menjaga
hubungan dengan orang lain.
d. Masa Dewasa (usia limabelas sampai akhir hidup)
Pada masa ini anak mulai merasa malu berhadapan dengan lawan
jenis karena kesadarannya terhadap perasaan seksual yang mulai
meningkat. Mereka lebih membutuhkan orang lain. Kognitif mereka
juga berkembang. Mereka mulai memahami konsep-konsep yang
abstak.
Frued (1905: 586) membagi tahap perkembangan anak menjadi
5 (lima) tahap:
a. Tahap oral (usia 0-24 bulan)
Pada tahap ini kepuasaan anak terletak pada otoerotik, yaitu
kesempatan anak menghisap puting susu ibunya. Frued memandang
konsep narsisme (mencintai diri sendiri) sudah ada sejak masa
bayi di mana bayi merasakan kenyamanan dari menyusu kepada
ibunya dan mengulang perbuatan tersebut dengan mengisap jarinya
meskipun dia tidak lapar. Anak-anak juga mencoba memper-
tahankan kedekatannya dengan ibunya dengan menggigit dan
menangis.
b. Tahap Anal (usia dua sampai tiga tahun)
Selama usia ini wilayah anal (anus) menjadi fokus ketertarikan anak.
Oleh sebab itu pelatihan menggunakan toilet sangat tepat dilakukan
pada usia ini.
c. Tahap Falik atau Odipal (usia tiga sampai 6 tahun)
Pada tahap ini anak laki-laki mulai tertarik dengan penisnya. Tahap
perkembangan paling membingungkan dari pendapat Frued sebab
dia meyakini ketertarikan seksual seorang anak laki-laki pertama
kepada ibunya, sedangkan pada anak perempuan kepada ayahnya.
Namun karena dia menyadari hal tersebut tidak dapat diterima
lingkungannya, maka meninggalkan fantasi persaingannya dengan
ayah atau ibunya yang dikenal dengan istilah Oedipus Complex
dan Electra Complex.
d. Tahap Latensi (usia enam sampai sebelas tahun)
Pada periode ini anak terlihat sudah dapat mengendalikan per-
musuhannya dengan orangtuanya yang memiliki jenis kelamin
berbeda dengan dirinya. Anak laki-laki dan anak perempuan terlihat
bersikap lembut kepada ayah dari pada ibu mereka.
e. Tahap Pubertas ( di atas usia sebelas tahun)
Masa pubertas merupakan masa di mana anak berupaya mem-
bebaskan diri dari perwalian orangtuanya. Mereka sudah mulai menyukai perempuan lain selain ibunya, dan menyukai pria lain selain ayahnya. Hurlock (1980) menyatakan membagi tahap perkembangan menjadi 10 tahap yaitu:
a. Periode Pranatal Periode pranatal dimulai sejak terjadi proses pembuahan (konsepsi) sampai anak terlahir ke dunia. Pada masa itu terjadi pertumbuhan dan perkembangan fisik dan psikhis yang sangat penting bagi seorang anak. Jenis kelamin anak dan bentuk fisik telah ditentukan sejak anak berada dalam kandungan.
b. Masa Bayi Baru Lahir Masa bayi baru lahir dimulai dari hari pertama kelahiran sampai dua minggu setelah kelahiran. Masa ini ditandai dengan lepasnya tali pusat bayi.
c. Masa Bayi Masa bayi dimulai dua minggu setelah kelahiran sampai usia dua tahun. Pada masa anak mulai belajar duduk, merangkak, berdiri, berjalan, dan berlari. Anak juga mulai berkomunikasi dengan caranya sendiri dengan orang-orang di sekitarnya.
d. Masa Anak-anak Awal Masa anak-anak awal dimulai dari usia dua tahun sampai enam tahun. Masa ini dipandang sebagai awal bagi kehidupan anak.
e. Masa Anak-Anak Akhir Masa anak-anak akhir dimulai dari enam sampai tigabelas tahun. Masa ini dipandang sebagai anak sekolah dasar.
f. Masa Puber Masa puber dimulai dari usia empat belas tahun sampai limabelas tahun. Masa ini dipandang sebagai awal memasuki masa remaja.
g. Masa Remaja
Masa remaja dimulai dari usia limabelas sampai delapan belas
tahun. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anak menjadi
dewasa.
h. Masa Dewasa Dini
Masa dewasa dini dimulai dari usia delapan belas sampai empat
puluh tahun.
i. Masa Dewasa Madya
Masa dewasa madya dimulai dari usia empat puluh sampai enam
puluh tahun.
j. Masa Usia Lanjut
Masa usia lanjut dimulai dari usia enam puluh tahun sampai akhir
hayat.
Komentar
Posting Komentar